<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Uncategorized - SPIN Sinergi : Provider Training Kalibrasi dan Laboratorium No.1 di Indonesia</title>
	<atom:link href="https://trainingkalibrasi.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://trainingkalibrasi.com</link>
	<description>Menghadirkan Pelatihan Kalibrasi Alat Ukur, Kelistrikan, Massa, Suhu, Dimensi Serta training Lab lainnya. Dengan fokus pada praktik dan pemahaman.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jul 2026 07:48:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://trainingkalibrasi.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-Konsultan-ISO-17025-32x32.webp</url>
	<title>Uncategorized - SPIN Sinergi : Provider Training Kalibrasi dan Laboratorium No.1 di Indonesia</title>
	<link>https://trainingkalibrasi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Kalibrasi Bore Gauge Menggunakan Setting Ring dan Mikrometer</title>
		<link>https://trainingkalibrasi.com/cara-kalibrasi-bore-gauge-setting-ring-mikrometer/</link>
					<comments>https://trainingkalibrasi.com/cara-kalibrasi-bore-gauge-setting-ring-mikrometer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[SPIN Sinergi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2026 07:48:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://trainingkalibrasi.com/?p=5106</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelatihan Kalibrasi &#8211; Bore gauge merupakan alat ukur pembanding yang digunakan untuk memeriksa diameter dalam, keovalan, dan perubahan ukuran lubang atau silinder. Sebelum digunakan, alat ini perlu disetel terhadap ukuran referensi yang mendekati diameter benda yang akan diperiksa. Dua standar yang umum digunakan untuk menyetel bore gauge adalah setting ring dan mikrometer luar. Starrett menyebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://trainingkalibrasi.com/cara-kalibrasi-bore-gauge-setting-ring-mikrometer/">Cara Kalibrasi Bore Gauge Menggunakan Setting Ring dan Mikrometer</a> first appeared on <a href="https://trainingkalibrasi.com">SPIN Sinergi : Provider Training Kalibrasi dan Laboratorium No.1 di Indonesia</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://trainingkalibrasi.com" target="_blank" rel="noopener" title="Pelatihan Kalibrasi">Pelatihan Kalibrasi</a> &#8211; Bore gauge merupakan alat ukur pembanding yang digunakan untuk memeriksa diameter dalam, keovalan, dan perubahan ukuran lubang atau silinder. Sebelum digunakan, alat ini perlu disetel terhadap ukuran referensi yang mendekati diameter benda yang akan diperiksa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua standar yang umum digunakan untuk menyetel bore gauge adalah setting ring dan mikrometer luar. Starrett menyebut dial bore gauge sebagai comparison gauge yang dapat disetel menggunakan master ring gauge, gauge block dengan rahang paralel, atau mikrometer luar. Penyetelan sebaiknya dilakukan sedekat mungkin dengan ukuran yang akan diukur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, istilah setting dan kalibrasi perlu dipahami dengan benar agar pengguna tidak keliru dalam menerapkan prosedurnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perbedaan Kalibrasi dan Setting Bore Gauge</h2>



<h3 class="wp-block-heading">Apa yang dimaksud dengan setting nol?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Setting nol atau zero-setting adalah proses menetapkan titik acuan bore gauge berdasarkan ukuran referensi. Sebagai contoh, apabila diameter nominal benda adalah 50,000 mm, bore gauge dapat disetel menggunakan setting ring 50,000 mm atau mikrometer yang diatur pada ukuran tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah measuring head ditempatkan pada standar, bore gauge digerakkan secara perlahan untuk menemukan titik balik pembacaan. Bezel indikator kemudian diputar sampai jarum menunjukkan angka nol.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Apakah setting nol sama dengan kalibrasi?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Setting nol tidak selalu sama dengan kalibrasi formal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut International Vocabulary of Metrology, kalibrasi membangun hubungan antara nilai yang diberikan standar beserta ketidakpastiannya dan indikasi alat beserta ketidakpastian terkait.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Setting</strong> menetapkan titik nol atau datum sebelum pengukuran.</li>



<li><strong>Verifikasi</strong> memastikan alat memenuhi persyaratan tertentu.</li>



<li><strong>Kalibrasi</strong> membandingkan indikasi alat dengan standar pada kondisi tertentu, kemudian mencatat penyimpangan dan ketidakpastiannya.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Di lingkungan workshop, istilah “kalibrasi bore gauge” memang sering digunakan untuk menyebut proses setting nol. Namun, kalibrasi formal memerlukan standar tertelusur, prosedur terdokumentasi, pengambilan data, dan evaluasi ketidakpastian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Peralatan yang Perlu Disiapkan</h2>



<h3 class="wp-block-heading">Bore gauge dan perlengkapannya</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum memulai, siapkan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>dial atau digital bore gauge;</li>



<li>anvil dan spacer yang sesuai;</li>



<li>extension apabila diperlukan;</li>



<li>setting ring;</li>



<li>mikrometer luar;</li>



<li>kain bebas serat;</li>



<li>dudukan mikrometer;</li>



<li>lembar pencatatan hasil.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Pastikan anvil, spacer, contact point, centralizer, dan plunger dalam kondisi baik. Anvil yang longgar atau contact point yang aus dapat menyebabkan hasil setting tidak konsisten.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Standar referensi yang tertelusur</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Setting ring atau mikrometer harus memiliki identitas dan status kalibrasi yang jelas. Periksa nilai aktual, koreksi, ketidakpastian, serta masa berlaku kalibrasinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketertelusuran metrologi berarti hasil pengukuran dapat dihubungkan dengan suatu referensi melalui rantai kalibrasi terdokumentasi yang tidak terputus, dan setiap tahap berkontribusi terhadap ketidakpastian pengukuran.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Persiapan Sebelum Kalibrasi Bore Gauge</h2>



<h3 class="wp-block-heading">Bersihkan alat dan standar</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Bersihkan bagian dalam setting ring, anvil dan spindle mikrometer, serta contact point bore gauge. Debu, oli, atau serpihan logam yang menempel dapat memengaruhi jarak antara permukaan ukur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hindari menggunakan kain yang meninggalkan serat atau membersihkan indikator dengan udara bertekanan tinggi.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Baca juga: Evaluasi Hasil Kalibrasi Bore Gauge: Koreksi, Error, dan Ketidakpastian</em></strong></p>
</blockquote>



<h3 class="wp-block-heading">Pilih anvil dan spacer</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pilih kombinasi anvil dan spacer yang mendekati ukuran nominal. Setelah dipasang, pastikan plunger masih memiliki travel yang cukup dan indikator memperoleh preload yang sesuai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kombinasi terlalu panjang, jarum dapat mentok. Jika terlalu pendek, contact point mungkin tidak menyentuh standar dengan baik.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Stabilkan kondisi suhu</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Tempatkan bore gauge dan standar pada lingkungan yang sama sebelum digunakan. Hindari memegang setting ring, anvil mikrometer, atau batang logam terlalu lama karena panas tangan dapat memengaruhi pengukuran presisi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Kalibrasi Bore Gauge Menggunakan Setting Ring</h2>



<h3 class="wp-block-heading">Langkah setting dengan setting ring</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Lakukan tahapan berikut:</p>



<ol start="1" class="wp-block-list">
<li>Bersihkan setting ring dan contact point bore gauge.</li>



<li>Pilih anvil dan spacer sesuai ukuran setting ring.</li>



<li>Masukkan bagian guide atau centralizer terlebih dahulu.</li>



<li>Masukkan measuring head secara perlahan agar tidak membentur ring.</li>



<li>Gerakkan bore gauge maju-mundur dengan gerakan rocking.</li>



<li>Amati pergerakan jarum dan temukan reversal point.</li>



<li>Putar bezel sampai jarum menunjukkan nol pada titik tersebut.</li>



<li>Keluarkan bore gauge secara hati-hati.</li>



<li>Masukkan kembali dan ulangi pembacaan.</li>



<li>Pastikan jarum kembali ke nol secara konsisten.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Setting ring biasanya memberikan alignment yang lebih mudah karena contact point berada langsung di dalam diameter referensi. Ring juga membantu bore gauge berada pada posisi yang menyerupai penggunaan aktual di dalam lubang.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Menemukan reversal point</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Reversal point adalah titik ekstrem saat arah pergerakan jarum berubah. Titik tersebut menunjukkan posisi ketika bore gauge berada pada alignment yang paling mendekati diameter sebenarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika indikator di-zero sebelum reversal point ditemukan, hasil setting dapat menjadi terlalu besar atau terlalu kecil.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Kalibrasi Bore Gauge Menggunakan Mikrometer</h2>



<h3 class="wp-block-heading">Menyiapkan mikrometer</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pastikan mikrometer berada dalam kondisi baik dan memiliki status kalibrasi yang sesuai. Bersihkan anvil dan spindle, lalu atur mikrometer pada ukuran nominal yang dibutuhkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gunakan ratchet atau constant-force device agar tekanan pengukuran konsisten. Setelah ukuran diperoleh, kunci spindle secara perlahan tanpa mengubah posisinya. Mikrometer sebaiknya ditempatkan pada stand agar lebih stabil.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Menyetel bore gauge pada mikrometer</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Tempatkan contact point bore gauge di antara anvil dan spindle mikrometer. Gerakkan bore gauge secara perlahan untuk mencari posisi tegak lurus dan menemukan reversal point.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah titik tersebut ditemukan, putar bezel hingga jarum menunjukkan nol. Lepaskan bore gauge, kemudian ulangi proses untuk memastikan hasilnya kembali ke posisi yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Metode ini lebih fleksibel karena mikrometer dapat diatur pada berbagai ukuran dalam rentangnya. Namun, posisinya lebih sensitif terhadap alignment, tekanan operator, perubahan penguncian spindle, dan panas tangan. Starrett juga mencantumkan mikrometer luar sebagai salah satu master yang dapat digunakan untuk setting dial bore gauge.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setting Ring atau Mikrometer?</h2>



<figure class="wp-block-table"><table class="has-fixed-layout"><tbody><tr><th>Aspek</th><th>Setting ring</th><th>Mikrometer</th></tr><tr><td>Alignment</td><td>Lebih mudah</td><td>Lebih sensitif</td></tr><tr><td>Repeatability</td><td>Umumnya lebih baik</td><td>Dipengaruhi operator</td></tr><tr><td>Fleksibilitas ukuran</td><td>Sesuai ukuran ring</td><td>Dapat diatur</td></tr><tr><td>Kecepatan setting</td><td>Lebih cepat</td><td>Membutuhkan pengaturan</td></tr><tr><td>Kebutuhan fixture</td><td>Umumnya tidak</td><td>Sebaiknya memakai stand</td></tr><tr><td>Risiko kesalahan posisi</td><td>Lebih rendah</td><td>Lebih tinggi</td></tr></tbody></table></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setting ring lebih sesuai untuk pemeriksaan rutin dengan ukuran yang sama. Mikrometer lebih sesuai ketika pengguna membutuhkan beberapa ukuran referensi dan tidak memiliki setting ring untuk setiap diameter.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Memeriksa Hasil Setting</h2>



<h3 class="wp-block-heading">Periksa repeatability</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ulangi setting beberapa kali pada referensi yang sama. Jika jarum tidak kembali ke posisi nol, periksa:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>teknik rocking;</li>



<li>alignment;</li>



<li>kekencangan anvil;</li>



<li>kondisi contact point;</li>



<li>pergerakan plunger;</li>



<li>kestabilan mikrometer;</li>



<li>kebersihan standar.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">Catat hasil pemeriksaan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk verifikasi atau kalibrasi terdokumentasi, catat identitas bore gauge, identitas standar, ukuran referensi, indikasi, hasil pengulangan, suhu, tanggal, dan nama operator.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dilakukan pada beberapa titik, error dapat dihitung menggunakan rumus:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Error = Indikasi bore gauge − Nilai referensi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Data tersebut kemudian dibandingkan dengan MPE atau kriteria penerimaan yang telah ditentukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesalahan yang Sering Terjadi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kesalahan umum meliputi salah memilih anvil dan spacer, tidak menemukan reversal point, mengatur nol hanya dari satu pembacaan, menggunakan standar yang kotor, serta menekan mikrometer terlalu kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesalahan lain adalah menganggap setting nol sudah membuktikan seluruh rentang bore gauge akurat. Setting pada satu ukuran hanya menetapkan titik acuan. Untuk mengetahui karakteristik penyimpangan alat, pemeriksaan harus dilakukan pada titik yang sesuai dengan prosedur kalibrasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Rekomendasi Pelatihan:&nbsp;</em></strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://trainingkalibrasi.com/pelatihan-laboratorium/kalibrasi/pelatihan-interpretasi-dan-evaluasi-hasil-kalibrasi-peralatan/"><strong><em>Pelatihan Interpretasi dan Evaluasi Hasil Kalibrasi Peralatan</em></strong></a></li>



<li><strong><em><a href="https://trainingkalibrasi.com/pelatihan-laboratorium/kalibrasi/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pelatihan Teknik Kalibrasi Dimensi</a></em></strong></li>
</ul>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setting ring dan mikrometer dapat digunakan untuk menyetel bore gauge sebelum pengukuran. Setting ring menawarkan alignment dan repeatability yang lebih baik, sedangkan mikrometer memberikan fleksibilitas ukuran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keandalan hasil tetap ditentukan oleh kondisi standar, pemilihan anvil, reversal point, kebersihan, suhu, pengulangan pembacaan, dan kompetensi operator. Untuk kalibrasi formal, proses tersebut harus dilengkapi standar tertelusur, pencatatan hasil, perhitungan error, serta evaluasi ketidakpastian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tingkatkan kompetensi personel dalam penggunaan, kalibrasi, dan evaluasi alat ukur dimensi melalui <strong>Pelatihan Teknik Kalibrasi Dimensi </strong>bersama SPIN Sinergi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://trainingkalibrasi.com/kontak/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Hubungi kami</a>&nbsp;dan temukan layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://trainingkalibrasi.com/pelatihan-laboratorium/kalibrasi/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="256" src="https://trainingkalibrasi.com/wp-content/uploads/2026/03/Training-Kalibrasi-1024x256.webp" alt="cara kerja mikrometer sekrup" class="wp-image-4786" srcset="https://trainingkalibrasi.com/wp-content/uploads/2026/03/Training-Kalibrasi-1024x256.webp 1024w, https://trainingkalibrasi.com/wp-content/uploads/2026/03/Training-Kalibrasi-300x75.webp 300w, https://trainingkalibrasi.com/wp-content/uploads/2026/03/Training-Kalibrasi-768x192.webp 768w, https://trainingkalibrasi.com/wp-content/uploads/2026/03/Training-Kalibrasi-1536x384.webp 1536w, https://trainingkalibrasi.com/wp-content/uploads/2026/03/Training-Kalibrasi.webp 1584w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p><p>The post <a href="https://trainingkalibrasi.com/cara-kalibrasi-bore-gauge-setting-ring-mikrometer/">Cara Kalibrasi Bore Gauge Menggunakan Setting Ring dan Mikrometer</a> first appeared on <a href="https://trainingkalibrasi.com">SPIN Sinergi : Provider Training Kalibrasi dan Laboratorium No.1 di Indonesia</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://trainingkalibrasi.com/cara-kalibrasi-bore-gauge-setting-ring-mikrometer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
