Home Artikel Cara Mengukur Keovalan Silinder Menggunakan Bore Gauge

Cara Mengukur Keovalan Silinder Menggunakan Bore Gauge

Cara Mengukur Keovalan Silinder dengan Bore Gauge

·

·

Sertifikasi Kalibrasi – Cara Mengukur Keovalan Silinder | Cylinder bore yang terlihat baik belum tentu benar-benar bulat. Diameter silinder dapat berbeda ketika diukur pada arah yang berbeda meskipun titik kedalamannya sama. Kondisi tersebut dikenal sebagai keovalan atau ovality.

Dial bore gauge dapat digunakan untuk memeriksa kondisi tersebut dengan membandingkan diameter pada beberapa arah. Metode yang paling sederhana adalah mengukur pada dua arah yang saling tegak lurus, misalnya 0°–180° dan 90°–270°, kemudian menghitung selisih diameternya.

Pengukuran sebaiknya dilakukan pada beberapa kedalaman agar pengguna juga dapat mengetahui apakah keovalan hanya terjadi secara lokal atau muncul di sepanjang cylinder bore.

Apa yang Dimaksud dengan Keovalan Silinder?

Pengertian keovalan

Keovalan adalah kondisi ketika diameter suatu penampang silinder berbeda berdasarkan arah pengukurannya.

Sebagai contoh, pada kedalaman yang sama diperoleh hasil:

  • arah A: 50,010 mm;
  • arah B: 50,004 mm.

Walaupun pengukuran dilakukan pada posisi kedalaman yang sama, terdapat perbedaan diameter sebesar 0,006 mm. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya indikasi keovalan pada penampang tersebut.

Dalam praktik workshop, istilah keovalan, ovality, dan out-of-round sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika bore tidak memiliki diameter yang sama pada arah yang berbeda.

Keovalan berbeda dengan taper

Keovalan dan taper merupakan dua kondisi berbeda.

Keovalan dilihat dari perbedaan diameter berdasarkan arah pada kedalaman yang sama.

Sedangkan taper dilihat dari perubahan diameter pada kedalaman berbeda sepanjang sumbu bore.

Sebuah cylinder bore dapat mengalami keovalan dan taper secara bersamaan. Karena itu, pengukuran sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan arah sekaligus kedalaman.

Persiapan Bore Gauge Sebelum Pengukuran

Periksa kondisi alat

Sebelum digunakan, pastikan dial bore gauge berada dalam kondisi baik. Periksa:

  • pergerakan plunger;
  • kondisi contact point;
  • kekencangan anvil;
  • centralizer;
  • pergerakan jarum;
  • kondisi spacer;
  • kestabilan zero.

Bore gauge dengan plunger seret atau anvil longgar dapat menghasilkan pembacaan yang tidak repeatable.

Pilih anvil dan spacer

Pilih kombinasi anvil dan spacer sesuai diameter nominal cylinder bore. Pastikan indikator masih memiliki cukup travel dan preload setelah alat dipasang.

Kombinasi yang terlalu panjang dapat membuat indikator terlalu tertekan, sedangkan kombinasi yang terlalu pendek menyebabkan contact point tidak bekerja pada rentang yang tepat.

Lakukan setting bore gauge

Dial bore gauge merupakan alat pembanding sehingga perlu di-setting terhadap ukuran referensi sebelum digunakan.

Setting dapat dilakukan menggunakan:

  • setting ring;
  • mikrometer luar;
  • bore gauge setter;
  • standar referensi lain yang sesuai.

Setelah alat ditempatkan pada ukuran referensi, lakukan gerakan rocking dan temukan reversal point sebelum indikator disetel ke nol.

Menentukan Titik Pengukuran Silinder

Bagian atas, tengah, dan bawah

Untuk mengetahui kondisi cylinder bore secara lebih lengkap, lakukan pengukuran minimal pada tiga kedalaman:

  1. bagian atas;
  2. bagian tengah;
  3. bagian bawah.

Bagian atas sebaiknya diukur beberapa milimeter dari mulut bore dan tidak tepat pada chamfer. Hal yang sama berlaku untuk bagian bawah apabila terdapat chamfer atau area transisi.

Untuk bore yang panjang atau memiliki toleransi ketat, jumlah titik kedalaman dapat ditambah.

Baca juga: Telescopic Gauge vs Dial Bore Gauge: Kelebihan dan Kekurangannya

Menentukan Arah Pengukuran Keovalan

Arah pertama

Tentukan satu arah sebagai A, misalnya:

0°–180°

Pada cylinder block, arah tersebut sebaiknya dikaitkan dengan datum yang jelas agar dapat diulang pada pengukuran berikutnya.

Arah kedua

Putar arah pengukuran sebesar 90°:

90°–270°

Catat sebagai arah B.

Pengukuran arah A dan B harus dilakukan pada kedalaman yang sama. Jika kedalamannya berbeda, kedua hasil tidak dapat dibandingkan secara langsung untuk menentukan keovalan.

Untuk pemeriksaan yang lebih detail, arah tambahan seperti 45° dan 135° dapat digunakan.

Cara Mengukur Keovalan Menggunakan Bore Gauge

Masukkan bore gauge dengan hati-hati

Masukkan measuring head dalam posisi sedikit miring agar contact point tidak membentur tepi bore. Setelah masuk, tempatkan kepala ukur pada kedalaman yang telah ditentukan.

Pastikan contact point tidak berada pada:

  • chamfer;
  • keyway;
  • alur oli;
  • permukaan rusak;
  • area yang tidak mewakili diameter kerja.

Temukan reversal point

Lakukan gerakan rocking secara perlahan.

Amati indikator hingga jarum:

  1. bergerak menuju nilai ekstrem;
  2. berhenti sesaat;
  3. berbalik arah.

Nilai pada titik balik tersebut digunakan sebagai hasil pembacaan.

Teknik ini perlu dilakukan secara konsisten karena posisi alat yang masih miring dapat menghasilkan pembacaan yang tidak mewakili diameter sebenarnya.

Ukur arah A dan B

Misalnya pada bagian atas:

  • ukur arah A dan catat sebagai Atas-A;
  • putar bore gauge 90°;
  • ukur kembali dan catat sebagai Atas-B.

Lakukan cara yang sama untuk:

  • Tengah-A;
  • Tengah-B;
  • Bawah-A;
  • Bawah-B.

Setiap titik sebaiknya diukur beberapa kali untuk memastikan repeatability.

Cara Menghitung Keovalan Silinder

Nilai keovalan dapat dihitung secara sederhana menggunakan rumus:

Keovalan = Diameter terbesar − Diameter terkecil

Contoh pada bagian atas:

  • arah A = 50,012 mm;
  • arah B = 50,004 mm.

Maka:

Keovalan = 50,012 − 50,004

Keovalan = 0,008 mm

Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan toleransi ovality yang tercantum pada drawing, spesifikasi produsen, atau kriteria internal perusahaan.

Tidak ada satu nilai batas keovalan yang berlaku untuk semua cylinder bore. Batas penerimaan harus mengikuti spesifikasi komponen yang diperiksa.

Contoh Tabel Pengukuran Keovalan

PosisiArah AArah BKeovalan
Atas50,012 mm50,004 mm0,008 mm
Tengah50,010 mm50,007 mm0,003 mm
Bawah50,008 mm50,006 mm0,002 mm

Dari contoh tersebut, keovalan terbesar terdapat pada bagian atas cylinder bore.

Data seperti ini juga memudahkan pengguna melihat apakah penyimpangan hanya terjadi di satu area atau terdapat pola tertentu sepanjang bore.

Cara Membedakan Keovalan dan Taper

Mendeteksi keovalan

Bandingkan diameter pada arah berbeda tetapi kedalaman yang sama.

Contoh:

Atas-A dibandingkan dengan Atas-B

Selisihnya digunakan untuk mengetahui keovalan lokal.

Mendeteksi taper

Bandingkan diameter pada arah yang sama tetapi kedalaman berbeda.

Contoh:

  • Atas-A;
  • Tengah-A;
  • Bawah-A.

Jika diameter berubah secara bertahap dari atas menuju bawah, terdapat indikasi taper.

Karena itu, satu tabel pengukuran dapat digunakan sekaligus untuk mengevaluasi keovalan dan perubahan diameter sepanjang cylinder bore.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

Hanya mengukur satu arah

Satu arah tidak cukup untuk menunjukkan keovalan karena parameter tersebut ditentukan dari perbedaan diameter antararah.

Kedalaman pengukuran tidak sama

Jika arah A diukur pada kedalaman 20 mm tetapi arah B pada 30 mm, hasil tidak dapat dibandingkan sebagai nilai keovalan.

Tidak menemukan reversal point

Pembacaan yang diambil saat bore gauge masih miring dapat menghasilkan diameter yang salah.

Mengukur terlalu dekat chamfer

Chamfer memiliki geometri berbeda dari diameter kerja sehingga dapat menyebabkan hasil keliru.

Tidak memeriksa zero

Periksa kembali titik nol sebelum dan setelah rangkaian pengukuran untuk mengetahui apakah terjadi zero shift.

Mengukur benda yang masih panas

Cylinder bore setelah proses boring atau honing sebaiknya dibiarkan mencapai kondisi suhu yang sesuai sebelum diperiksa.

Apakah Bore Gauge Dapat Mengukur Roundness?

Dial bore gauge sangat berguna untuk screening keovalan atau out-of-round dengan membandingkan diameter pada beberapa arah.

Namun, bore gauge hanya memberikan informasi berdasarkan garis kontak pada posisi tertentu. Alat ini tidak menghasilkan profil roundness lengkap.

Jika dibutuhkan evaluasi roundness atau cylindricity secara formal dan lebih detail, diperlukan alat ukur bentuk seperti roundness tester atau sistem pengukuran geometrik lain yang sesuai.

Rekomendasi Pelatihan: 

Keovalan cylinder bore dapat diperiksa menggunakan dial bore gauge dengan membandingkan diameter pada dua atau lebih arah pada kedalaman yang sama.

Untuk pemeriksaan praktis, gunakan minimal dua arah yang saling tegak lurus serta lakukan pengukuran pada bagian atas, tengah, dan bawah.

Nilai keovalan dihitung dari selisih diameter terbesar dan terkecil pada kedalaman yang sama. Sementara itu, perubahan diameter berdasarkan kedalaman digunakan untuk mengevaluasi taper.

Keandalan hasil sangat dipengaruhi oleh setting bore gauge, reversal point, posisi kedalaman, arah pengukuran, repeatability, suhu, serta kompetensi operator.

Tingkatkan kompetensi personel dalam penggunaan, kalibrasi, dan evaluasi alat ukur diameter melalui Pelatihan Teknik Kalibrasi Dimensi bersama SPIN Sinergi.

Hubungi kami dan temukan layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

cara kerja mikrometer sekrup